DPRD BERIKAN DELAPAN REKOMENDASI ATAS LKPJ PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI TA. 2025

DPRD Kabupaten Wonogiri gelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2025, Senin (16/3/2026).

Sebelumnya materi LKPJ Pemerintah Kabupaten Wonogiri TA. 2025 telah dibahas oleh Panitia Khusus DPRD Kabupaten Wonogiri yang berjumlah 15 orang dari perwakilan masing-masing Fraksi yang ada di DPRD dan diketuai oleh Catur Winarko dari Fraksi PDI Perjuangan. Dari pembahasan tersebut menghasilkan 8 (delapan) rekomendasi.

Rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Wonogiri Atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2025 adalah sebagai berikut :

  1. Pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu me-restrukturisasi kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang social oriented dan profit oriented. Bagi BUMD yang memiliki profit oriented diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
  2. Berkaitan dengan kebijakan penyertaan modal daerah kepada BUMD utamanya penyertaan modal yang telah direncanakan tetapi tidak terealisasikan atau belum disertai perencanaan yang jelas, agar dapat dilakukan evaluasi. Setiap penyertaan modal harus didasarkan pada kajian kelayakan usaha, analisis risiko, dan rencana bisnis yang realistis dan terukur sehingga penyertaan modal yang dilakukan mampu memberikan manfaat ekonomi dan kontribusi positif terhadap PAD. Kebijakan penyertaan modal ini sudah benar sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat BUMD dan meningkatkan kapasitas fiskal daerah, oleh karena itu harus ada kontribusi positif kepada daerah.
  3. Pemerintah Daerah segera melakukan langkah penyesuaian struktur belanja utamanya belanja pegawai dalam hal penurunan proporsinya mengingat alokasi sebesar 43,7 persen masih melampaui batas maksimal 30 persen. Perlu dilakukan penyesuaian secara bertahap dan terencana melalui pengendalian belanja pegawai, lebih rasional dalam pengalokasian belanja dan mengoptimalkan distribusi belanja lebih banyak pada belanja produktif dan pelayanan publik.
  4. Peningkatan anggaran Belanja Tidak Terduga yang relatif tinggi perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Belanja Tidak Terduga mengalami peningkatan dibutuhkan perencanaan yang akurat untuk memanajemen risiko dalam memetakan potensi keadaan darurat yang lebih terukur. Dengan demikian pos yang digunakan tidak diluar urgensi yang sebenarnya. Transparansi pelaporan realisasi dan rencana peruntukan dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas pengelolaan anggaran.
  5. Perlu adanya penguatan, pembinaan dan pengawasan BUMDes oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri agar pengelolaan usaha berbasis potensi lokal dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
  6. Pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu meningkatkan upaya pembangunan manusia melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara terpadu guna mendorong peningkatan capaian indikator Indeks Pembangunan Manusia untuk lebih kompetitif dibandingkan rata-rata provinsi maupun daerah sekitar.
  7. Pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu memperkuat program ketahanan pangan dalam pemenuhan gizi masyarakat melalui peningkatan produksi dan ketersediaan pangan lokal, penguatan distribusi pangan, dan intervensi pada kelompok masyarakat rentan guna menurunkan tingkat kerawanan pangan di daerah.
  8. Pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu melakukan peningkatan promosi dan pemasaran destinasi wisata di Kabupaten Wonogiri secara terpadu, termasuk memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau wisatawan secara lebih luas. Pengembangan fasilitas pendukung, seperti akses transportasi, akomodasi, dan sarana hiburan di objek wisata unggulan perlu diperkuat. Pendampingan dan pelatihan bagi pelaku pariwisata lokal juga penting agar layanan wisata lebih profesional, meningkatkan kepuasan pengunjung, dan mendorong peningkatan jumlah wisatawan ditahun berikutnya.
Scroll to Top
Skip to content